| Identitas Buku | |
|---|---|
| Judul | Pendidikan Kaum Tertindas |
| Nama Pengarang | Paulo Freire |
| Penerbit | The Continuum International Publishing Group |
| Tahun Terbit | 2000 |
| Penyunting | Hasnul Arifin |
| Penerbit | Medpress Digital |
| Tahun Terbit | 2019 |
| ISBN | 978-602-5792-42-7 |
| Disampaikan Oleh : | |
|---|---|
| Nama Guru | Devita Trividianah, S.Pd. |
| Hari/ Tanggal | Senin, 3 Agustus 2026 |
Judul Resensi
Pendidikan Kaum Tertindas
Subtansi Isi
Pendidikan Kaum Tertindas merupakan karya monumental Paulo Freire yang mengkritik sistem pendidikan tradisional yang dianggap hanya menjadikan peserta didik sebagai objek penerima informasi. Freire menyebut model ini sebagai "pendidikan gaya bank" (banking education), yaitu guru bertindak sebagai penyimpan pengetahuan, sedangkan siswa hanya menerima, menghafal, dan menyimpan informasi tanpa kesempatan berpikir kritis. Menurut Freire, model tersebut justru melanggengkan ketidakadilan sosial dan mempertahankan hubungan antara pihak yang berkuasa dan pihak yang tertindas.
Sebagai alternatif, Freire menawarkan pendidikan hadap-masalah (problem-posing education). Dalam pendekatan ini, guru dan peserta didik belajar bersama melalui dialog yang setara. Pendidikan dipandang sebagai proses membangun kesadaran kritis (conscientization) sehingga peserta didik mampu memahami realitas sosial, mengkritisinya, dan berperan aktif dalam mengubah kondisi yang tidak adil. Pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, tetapi juga sarana pembebasan manusia.
Selain itu, buku ini menjelaskan bahwa penindasan tidak hanya terjadi dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga dapat muncul dalam praktik pendidikan. Oleh karena itu, proses belajar harus mengedepankan dialog, refleksi, kerja sama, dan penghargaan terhadap pengalaman hidup peserta didik agar tercipta hubungan yang lebih manusiawi antara guru dan murid.
Beberapa fokus utama dalam buku ini antara lain :- Mengembangkan kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sosial.
- Menerapkan pembelajaran dialogis melalui kerja sama antara guru dan peserta didik.
- Mendorong peserta didik menjadi aktif, mandiri, dan mampu memecahkan masalah.
- Menjadikan pendidikan sebagai sarana pembebasan dan perubahan sosial yang lebih adil.
kooonnnnnttttttttttteeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnn_3
kooonnnnnttttttttttteeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnn_4 (TM)
|
| MIN 2 Kota Surabaya |