| Identitas Buku | |
|---|---|
| Judul | Dakwah Merakyat Lewat Parikan |
| Nama Pengarang | H. Soedjono, M. Pd. |
| Penerbit | Kanzun Books |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Disampaikan Oleh : | |
|---|---|
| Nama Guru | Mu’arofah, S. Ag. M. Pd. I. |
| Hari/ Tanggal | Selasa, 11 Agustus 2026 |
Judul Resensi
Membumikan Ajaran Islam Lewat Parikan
Subtansi Isi
Buku ini terdiri dari 103 tema yang terdiri dari berbagai nasihat kehidupan dalam bentuk ceramah ringan yang memuat ayat al qur’an , Hadis, dan do’a. juga berisi motivasi untuk kita agar tetap menjalani hidup penuh semangat dan selalu berada di jalan Allah SWT. Semua tema disampaikan dengan diawali “Parikan”, parikan ini biasa disebut “Parmin The series”. Dakwah yang disampaikan terasa ringan dan mengena ke dalam kalbu dari setiap pembacanya. Sebagai contoh salah satu tema dalam buku tersebut adalah “ Ucapanmu Cerminan Kualitas dirimu” diawali dengan parikan :
Dalan Nang sleman iku pancen dawa Lek ora nganggo helm bisa cilaka Wong sing iman dateng Gusti Allah Ora seneng nggunem elek’e wong liya
Lisan adalah salah satu nikmat Allah yang sangat vital peranannya dalam kehidupan. Dengannya, manusia bisa menyampaikan kebaikan ataupun menylut keburukan. Lisan adalah alat komunikasi yang ringan, tetapi dampaknya sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H. R. Bukhari)
Hadis ini memberikan pedoman yang sangat jelas bagi setiap muslim: jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam. Karena setiap kata yang keluar dari lisan kita akan dicatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.
Kesimpulan:- Buku ini sangat direkomendasikan bagi pendakwah, guru, dan masyarakat umum yang menginginkan cara beragama yang gembira, sejuk, serta dekat dengan akar budaya.
- Sebagai seorang pendidik kita juga bisa mengadopsi parikan dalam pembelajaran untuk menyegarkan suasana maupun untuk menasihati murid kita. Karena mendidik itu adalah bagian dari dakwah, maka terhadap murid kita harus bisa merangkul, bukan memukul. Harus bisa mengajak, bukan mengejek, dan harus membina, bukan menghina. Itu semua bisa kita sampaikan lewat parikan agar murid kita bisa belajar dengan gembira. Contoh :
- Manuk tuhu mencok pager, yen sinau dadi pinter
- Nyebar godhong koro, sabar sakwetoro
- Sing penting gedhang kluthuk direbung laler, Lek sampeyan ngantuk ojo sampek ngiler
- Gedhang kluthuk wohe sak cengkeh, wong ngantuk biasane lambene ndoweh.
|
| MIN 2 Kota Surabaya |
