| Identitas Buku | |
|---|---|
| Judul | Bekal Menjadi Kekasih Allah: Terjemahan Kitab Nashaihul 'Ibad |
| Nama Pengarang | Syeh Muhammad Nawawi Al Bantani |
| Penerbit | Anak Hebat Indonesia |
| Tahun Terbit | 2019 |
| Disampaikan Oleh : | |
|---|---|
| Nama Guru | Ridwan, M.Pd. |
| Hari/ Tanggal | Jum`at, 31 juli 2026 |
Judul Resensi
Bekal Menjadi Kekasih Allah: Terjemahan Kitab Nashaihul 'Ibad
Subtansi Isi
Salah satu hadits yang terdapat dalam Kitab Nashāihul 'Ibād karya Syekh Nawawi al-Bantani sebagai nasihat untuk menjaga kebersihan hati.
Lafaz yang umum disebut adalah:
مَنْ أَصْبَحَ لَا يَنْوِي الظُّلْمَ عَلَى أَحَدٍ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا جَنَى
Man aṣbaḥa lā yanwīẓ-ẓulma 'alā aḥadin, ghafarallāhu lahu mā janā.
Artinya :
Barang siapa pada pagi hari tidak berniat menzalimi seorang pun, maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.Syekh Nawawi al-Bantani mencantumkan hadis ini dalam pembahasan tentang niat yang baik dan kebersihan hati. Beliau ingin mengajarkan bahwa Islam tidak hanya melarang perbuatan zalim, tetapi juga mendidik seorang muslim agar tidak memelihara niat untuk berbuat zalim. Artinya, sejak memulai hari, seorang mukmin dianjurkan menata hatinya dengan tekad:
- tidak menyakiti orang lain,
- tidak mengambil hak orang lain,
- tidak menipu,
- tidak memfitnah,
- tidak menyimpan dendam yang mendorong kepada kezaliman.
Dengan niat seperti itu, seseorang telah memulai harinya dengan hati yang bersih.
|
| MIN 2 Kota Surabaya |