| Identitas Buku | |
|---|---|
| Judul | Memayu Hayuning Bawana |
| Nama Pengarang | Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum. |
| Penerbit | Tutur Buku |
| Tahun Terbit | 2013 |
| Disampaikan Oleh : | |
|---|---|
| Nama Guru | Anita Aprilia Purwanti, M.Pd.I. |
| Hari/ Tanggal | Kamis, 16 Juli 2026 |
Judul Resensi
Memayu Hayuning Bawana
Subtansi Isi
Memayu Hayuning Bawana merupakan konsep filsafat Jawa yang mengajarkan bahwa manusia memiliki tugas untuk menjaga, memperindah, dan menciptakan keharmonisan kehidupan di dunia. Menurut Dr. Suwardi Endraswara, falsafah ini bukan hanya warisan budaya Jawa, tetapi juga pedoman hidup yang relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Buku ini menjelaskan bahwa manusia harus hidup selaras dengan tiga hubungan utama, yaitu:
- Hubungan dengan Alloh, hablum minalloh(spiritualitas dan ketakwaan)
- Hubungan dengan sesama manusia (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya)
- Hubungan dengan alam (melestarikan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara bijaksana)
Penulis menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari harta kekayaan atau jabatan, tetapi dari kemampuan seseorang menciptakan ketenteraman, kebermaknaan dan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Karena ketika kita meninggal, kita tidak akan membawa harta dan jabatan kita. Tapi Kebermaknaan, peran dan manfaat yang telah kita berikan pada keluarga, orang lain, tempat kerja dan lingkungan sekitar akan selalu dikenang. Karena itu, setiap tindakan hendaknya dilandasi budi pekerti luhur, kejujuran, kesederhanaan, kerendahan hati, serta tanggung jawab.
Dalam buku ini juga dibahas nilai-nilai penting budaya Jawa, seperti:- Rukun, yaitu menjaga kerukunan dalam kehidupan bersama.
- Tepa selira, yaitu menghargai dan memahami perasaan orang lain.
- Andhap asor, yaitu rendah hati dan tidak sombong.
- Nrima ing pandum, yaitu menerima hasil usaha dengan penuh syukur tanpa kehilangan semangat untuk terus berikhtiar.
- Eling lan waspada, yaitu selalu ingat kepada Alloh dan berhati-hati dalam bertindak.
Dr. Suwardi Endraswara juga mengkritisi kehidupan modern yang cenderung individualistis, materialistis, dan merusak lingkungan. Menurutnya, nilai Memayu Hayuning Bawana dapat menjadi solusi untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis, berkarakter, dan berkelanjutan.
Inti ajaran Memayu Hayuning Bawana adalah bahwa setiap manusia hidup di dunia tidak hanya untuk mengumpulkan kekayaan dan mengejar jabatan. Tetapi lebih kepada bagaimana cara kita meninggalkan dunia dalam keadaan yang lebih baik.
|
| MIN 2 Kota Surabaya |