SURABAYA– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses melaksanakan rangkaian Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Berdampak di MIN 2 Kota Surabaya. Rangkaian kegiatan ini mencakup sosialisasi kesehatan, perayaan budaya, hingga inovasi media pembelajaran berbasis budaya lokal.
Sinergi inovatif ini diselenggarakan sebagai wujud nyata dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan menghadirkan program edukasi yang kreatif, kontekstual, dan berdampak positif bagi seluruh warga sekolah.
1. Edukasi Karakter Sehat: Sosialisasi Antikekerasan dan Antinarkotika
|
| PLP UNESA 2026 |
Mengawali rangkaian program, mahasiswa PLP UNESA berkolaborasi dengan Perpustakaan Kelurahan Jambangan Surabaya menggelar sosialisasi antikekerasan dan antinarkotika selama dua hari, yaitu pada tanggal 8 dan 9 April 2026. Kegiatan ini dirancang untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman kekerasan maupun penyalahgunaan zat berbahaya.
Pada hari pertama, siswa kelas IV mendapatkan materi antikekerasan yang disampaikan oleh Sri Lestari. Memasuki hari kedua, giliran siswa kelas III yang menerima edukasi antinarkotika sekaligus pengenalan bahaya merokok melalui demonstrasi media paru-paru buatan bersama pemateri Susi Susanti. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, video edukatif, gambar, dan ice breaking yang memicu antusiasme siswa.
Baca Juga
Guna memperkuat pemahaman, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok bermain peran sebagai "Detektif Antikekerasan" dan "Detektif Antinarkotika". Mereka menganalisis gambar dan menyelesaikan misi dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis permainan puzzle. Kegiatan ini ditutup dengan refleksi melalui media "Rumah Pelindung", di mana siswa menempelkan sticky note berisi komitmen pribadi mereka. Sebagai bentuk kampanye berkelanjutan, hasil karya siswa dan infografis materi dipajang pada majalah dinding sekolah.
2. Pelestarian Budaya: Kirab Budaya dan Pemilihan Best Costume Hari Kartini
|
| PLP UNESA 2026 |
Tidak hanya fokus pada kesehatan mental dan fisik, penguatan karakter berbasis budaya juga di canangkan melalui peringatan Hari Kartini pada Jumat, 24 April 2026. Mengusung tema “Lentera Kartini, Menghidupkan Sejarah Pahlawan, Melestarikan Adat dan Menggapai Mimpi Masa Depan”, mahasiswa PLP UNESA berkolaborasi penuh dengan pihak sekolah menggelar Kirab Budaya dan Pemilihan Best Costume.
Acara yang diikuti oleh seluruh siswa kelas I-VI ini diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan hangat dari Kepala Madrasah. Lingkungan sekolah mendadak meriah saat kirab dimulai. Seluruh peserta didik tampil penuh percaya diri mengenakan kostum sesuai tema per jenjang kelas: pakaian adat daerah untuk kelas I and II, pakaian profesi untuk kelas III dan IV, serta kostum tokoh pahlawan untuk kelas V dan VI.
Melalui ajang pemilihan Best Costume, peserta didik diberikan wadah untuk mengekspresikan kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, serta memupuk sportivitas dan kebersamaan yang sejalan dengan profil pelajar Pancasila.
|
| PLP UNESA 2026 |
Melengkapi keberhasilan program PLP Berdampak, inovasi di dalam ruang kelas turut dihadirkan oleh Susi Susanti melalui pengembangan tiga media pembelajaran matematika berbasis etnopedagogi. Inovasi ini bertujuan mengubah paradigma matematika yang kaku menjadi lebih konkret, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan siswa melalui asimilasi potensi budaya lokal Indonesia.
Tiga media inovatif yang diimplementasikan meliputi:
- Warung Kue Bu Susan (Kelas II): Media pembelajaran materi penyajian data. Siswa diajak mengamati, menghitung, dan mengelompokkan data berdasarkan visualisasi berbagai jenis kue tradisional khas Nusantara.
- Warung Makan Bu Susan (Kelas I): Media pembelajaran materi diagram gambar. Memanfaatkan berbagai makanan khas daerah sebagai objek data, sehingga siswa dapat memahami konsep diagram secara konkret sekaligus mengenal kekayaan kuliner Indonesia.
- Arsitek Bangun Datar (Kelas IV): Media pembelajaran materi luas bangun datar melalui metode role play. Siswa bertindak sebagai arsitek yang bertugas menyusun potongan-potongan bangun datar (berisi informasi ukuran dan luas) menjadi komponen utuh sebuah rumah adat Indonesia. Aktivitas kelompok ini berhasil memicu pengalaman belajar yang aktif dan kolaboratif.