Pada upacara bendera hari Senin, 26 Januari 2026 di MIN 2 Kota Surabaya, Pembina Upacara Bapak Nugroho Wahyu Putra, S.Pd. menyampaikan pesan pendidikan yang sarat makna melalui penganalogian lima jari tangan sebagai gambaran tahapan pertumbuhan dan pembentukan karakter seorang siswa.
Beliau menjelaskan bahwa jari kelingking melambangkan masa awal pertumbuhan anak, masa yang masih dipenuhi dengan keceriaan dan hal-hal manis dalam proses tumbuh kembang. Selanjutnya, jari manis dianalogikan sebagai fase anak ketika mulai beranjak besar, yaitu masa persiapan sebelum memasuki pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Tahapan berikutnya digambarkan dengan jari tengah, yang merupakan jari paling tinggi. Jari tengah dianalogikan sebagai masa paling penting dan krusial dalam kehidupan seorang anak, yakni saat menempuh pendidikan di MI, MTs, hingga MA. Pada fase inilah karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan mulai dibentuk secara serius.
Melalui filosofi tersebut, Pembina Upacara menekankan pentingnya disiplin selama bersekolah, seperti datang tepat waktu, mematuhi tata tertib madrasah, serta bersungguh-sungguh dalam belajar. Menurut beliau, masa sekolah merupakan fondasi utama untuk mencetak generasi yang kelak mampu menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.
Selain itu, beliau juga mengingatkan para siswa agar memahami sikap guru dalam mendidik. Guru yang berbicara dengan nada tegas atau terdengar tinggi bukanlah tanda kemarahan, melainkan wujud kasih sayang dan kepedulian agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Pesan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh siswa MIN 2 Kota Surabaya untuk terus menumbuhkan sikap disiplin, hormat kepada guru, serta semangat belajar demi masa depan yang gemilang. (DN)