Surabaya – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan berbagai program inovatif di MIN 2 Kota Surabaya melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Berdampak. Selama pelaksanaan program, mahasiswa tidak hanya mendampingi proses pembelajaran di kelas, tetapi juga menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, budaya literasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pelestarian budaya dan nilai-nilai keagamaan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya budaya sekolah yang tertib dan berkarakter, mahasiswa mengimplementasikan sejumlah program pembiasaan, di antaranya Gerakan Tertib Pagi melalui Duta Trantibum, penggunaan Kartu Izin Keluar Kelas, serta sosialisasi antikekerasan dan antinarkotika. Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta didik dibiasakan untuk datang tepat waktu, mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru, serta memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku kekerasan maupun penyalahgunaan narkotika.
Di bidang pembelajaran, mahasiswa mengembangkan beragam media interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Berbagai media seperti PowerPoint Interaktif, Flashcard CERDIK, Happy Notes dan Puzzle Peta, MapZilla: Menjelajah Komponen Peta, serta Kartu Masalah, Saran, dan Tanggapan dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Melalui penggunaan media tersebut, peserta didik didorong untuk berdiskusi, bekerja sama, berpikir kritis, serta berani menyampaikan pendapat selama proses pembelajaran berlangsung.
Baca Juga
Inovasi pembelajaran juga diwujudkan melalui pengembangan media matematika berbasis etnopedagogi yang memanfaatkan kekayaan budaya Indonesia sebagai sumber belajar. Berbagai media tersebut mengajak peserta didik mengenal kue tradisional, makanan khas Nusantara, hingga rumah adat Indonesia dalam mempelajari konsep penyajian data, diagram gambar, dan luas bangun datar. Pendekatan kontekstual ini membuat materi pembelajaran lebih mudah dipahami sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya bangsa.
Pada pembelajaran Bahasa Indonesia, mahasiswa turut menghadirkan media interaktif yang mengenalkan cerita rakyat, keberagaman budaya, serta unsur-unsur budaya Indonesia melalui kegiatan diskusi, permainan edukatif, dan kerja kelompok. Pembelajaran berlangsung lebih hidup karena peserta didik terlibat secara aktif dalam setiap aktivitas sehingga kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan bekerja sama berkembang secara optimal.
Selain inovasi di dalam kelas, mahasiswa juga mengembangkan program SIPERTRA (Literasi Permainan Tradisional), yaitu kegiatan yang menggabungkan budaya literasi dengan permainan tradisional. Setelah membaca dan memahami isi bacaan, peserta didik diajak memainkan berbagai permainan tradisional seperti engklek, dakon, ular tangga edukatif, egrang, dan kelereng. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga melatih kerja sama, sportivitas, komunikasi, serta memperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
|
| PLP UNESA 2026 |
Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu fokus program PLP Berdampak. Mahasiswa melaksanakan kampanye Kantin Sehat Bebas Plastik dengan mengajak peserta didik membawa tumbler dan menggunakan peralatan makan yang dapat digunakan kembali. Gerakan tersebut diperkuat melalui Program LISA (Lihat Sampah Ambil), pemasangan poster edukatif kebersihan kamar mandi, serta media pembelajaran Dadu Pilah Sampah Organik dan Anorganik yang mengenalkan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. Untuk membangun kebiasaan positif secara berkelanjutan, mahasiswa juga menyelenggarakan Lomba Kebersihan Kelas dengan sistem piala bergilir yang mendorong setiap kelas menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan belajar.
Mahasiswa PLP UNESA juga berkolaborasi dengan madrasah dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung penguatan karakter dan pengembangan kreativitas peserta didik. Peringatan Hari Kartini dikemas melalui Kirab Budaya dan pemilihan Best Costume yang mengenalkan keberagaman budaya, profesi, dan tokoh pahlawan Indonesia. Sementara itu, pada rangkaian kegiatan Pondok Ramadan diselenggarakan Lomba Mewarnai Kaligrafi sebagai sarana mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat nilai-nilai religius, ketelitian, dan sportivitas peserta didik.
Berbagai program yang dilaksanakan menunjukkan bahwa PLP Berdampak tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Kolaborasi antara mahasiswa PGSD UNESA dan MIN 2 Kota Surabaya berhasil menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, penguatan karakter, budaya literasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pelestarian budaya yang selaras dengan kebutuhan peserta didik sekolah dasar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh madrasah sebagai bagian dari budaya sekolah yang positif. Program PLP Berdampak menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, bermakna, serta memberikan dampak positif bagi peserta didik, guru, dan seluruh warga madrasah. (TR)